Hubungan Rumah Dengan GRK
Pembaca Yang Budiman,
Status rumah sebagai pemakai energi terbesar membuat sektor ini tidak hanya berperan penting dalam memicu terjadinya perubahan iklim, tetapi sebaliknya juga berpotensi sangat besar untuk membantu menguranginya. Kuncinya adalah bagaimana cara untuk mengurangi dan menghindari emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari bangunan. Konsumsi energi terbesar (40%), terjadi pada operasional bangunan yaitu melalui sistem pemanasan, pendinginan, pencahayaan, produksi air panas dan penggunaan peralatan berbasis listrik dan sumber tenaga lainnya di dalam rumah, kantor atau tempat komersial. Energi lainnya digunakan untuk proses memproduksi material bangunan dan konstruksi.
Potensi sektor bangunan untuk membantu menurunkan emisi GRK dengan drastis secara teknis telah terbukti. Namun sayangnya caranya masih kurang dikenal dan sering tidak memperoleh dukungan kebijakan pemerintah dan kurang mendapat perhatian dunia pasar. Studi World Business Council for Sustainable Development (WBCSS) menemukan 4 unsur kunci yang menghambat kemajuan efisiensi energi bangunan yaitu kurangnya pengetahuan, kurangnya penerimaan komunitas bisnis, kurangnya kepercayaan korporasi, dan kurangnya komitmen personal. Hal ini membuat program kampanye dan peningkatan kapasitas tentang upaya mereduksi GRK dari bangunan, menjadi sangat penting untuk seluruh kalangan seperti pemerintah, investor, arsitek, developer, kontraktor maupun penghuni. Selain itu pemerintah memiliki peran sangat vital dalam membantu upaya ini melalui kebijakan-kebijakan yang dapat menghapus hambatan dalam meningkatkan efisiensi energi. Kebijakan tersebut dapat berupa penetapan standar energi bangunan dan peralatan rumah tangga, kantor dan tempat komersial labelling, pembebasan pajak peralatan hemat energi atau rendah karbon, pembuatan proyek percontohan dan insentif bagi bangunan efisien energi.
Cara sederhana untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca ini antara lain dengan penapisan sinar matahari dan penghawaan alami, meningkatkan insulasi bagian luar bangunan, mengunakan material daur ulang, penyesuaian ukuran dan bentuk bangunan sesuai fungsinya. Hasil lebih maksimal bisa diperoleh dengan bantuan teknologi lebih maju seperti pengunaan sistem pendingin, sistem pemanas, sistem pencahayaan dan pemakaian alat rumah tangga yang hemat energi.
Nah, Bagaimana dengan Anda?
(Disadur dari Griya Asri)
-
Arsip
- Februari 2009 (3)
- Januari 2009 (2)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS